Menang dari Rasa Bersalah
Apa Ruginya Memaafkan
Meraih keinginan


Maaf lahir batin

Bangkitlah dan berjalanlah lagi


Masihkah kita peduli?
Tujuan itu penting


Jangan biarkan dia sendirian
Memperhatikan dan Mempedulikan
Pada masa kekeringan yang sangat lama, ada sebuah keluarga yang mengalami kelaparan. Keluarga ini adalah seorang janda yang mempunyai sorang anak perempuan yang masih berumur 12 tahun. Dan mereka sudah 4 hari tidak makan, karena sudah tidak mempunyai makanan lagi. Ibunya memutuskan meninggalkan anaknya didalam rumah karena tidak tega melihat anaknya menderita.
Satu hari ada dua wartawan yang dikirim untuk meliput keadaan ditempat itu. Wartawan yang pertama bertemu dengan janda tadi. Dia sudah terlihat pucat, lemas dan sudah skarat. Wartawan ini memperhatikan janda itu, dan langsung mengambil kameranya. Dia mengambil beberapa foto yang menggambarkan betapa menderitanya janda itu. Karena wartawan ini sangat ingin mendapatkan berita yang bagus terus berada disamping janda itu dan terus memperhatikan janda itu. Sesekali dia mengambil gambar ketika dilihatnya janda itu berubah posisi duduknya dan beberapa jam kemudian, janda itu akhirnya meninggal. Wartawan yang pertama ini mendapatkan gambar-gambar yang spektakuler untuk berita yang dia dia liput nantinya.

Sementara itu wartawan yang kedua bertemu dengan anak perempuan janda tadi. Wartawan yang kedua mempunyai sikap yang berbeda ketika melihat anak yang kelaparan itu.
Dia sangat mempedulikan anak itu, sehingga dia mau membagi perbekalan makanannya.
Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjual kameranya untuk dapat membeli makanan dan membawa pulang anak itu kenegara asalnya.Wartawan yang kedua tidak mendapatkan berita untuk diliput tetapi dia malah menjual kameranya.
Dua wartawan yang berbeda dalam memandang sesuatu. Wartawan yang pertama mempunyai sikap yang memperhatikan, sehingga di dapat mengambil gambar yang spektakuler dengan kameranya. Tetapi wartawan yang kedua mempunyai sikap yang mempedulikan, sehingga dia rela menjual kameranya untuk menyelamatkan anak perempuan yang kelaparan itu.
Kehidupan memang selalu memberikan keadaan untuk kita hadapi, tapi dalam menyikapi segala sesuatu itulah yang terpenting bagi hidup kita. Ketika menghadapi sesuatu jangan hanya memperhatikan, tapi belajarlah mempedulikan sesuatu itu.
Diluar sana ada banyak sekali orang yang kelaparan dalam arti yang lain. Ada yang lapar akan kasih karena orang tua yang tidak memberi kasih sayang. Ada yang lapar akan perhatian karena tidak ada yang mau mendengarnya. Ada juga yang lapar akan nasehat karena tidak ada orang yang member nasehat kepadanya.
Itulah kenyataan yang ada di dunia ini, sekarang bagaimana kamu akan menyikapi hal itu. Mau memperhatikan atau mempedulikan mereka?
Sobat… Ambilah keputusan yang benar. Tetaplah semangat dan jangan menyerah
Mau kemana?
Disebuah terminal ada seorang pemuda yang terlihat sedang bingung. Ketika ada seorang kakek lewat, pemuda ini memutuskan untuk bertanya kepada kakek itu. Pikirnya si kakek akan dapat membantunya.
Pemuda : Kek, bus yang kuning itu jurusan mana ya kek?
Kakek : Itu jurusan Jakarta, nak.
Pemuda : Kalau yang biru?
Kakek : Itu jurusan Surabaya.
Pemuda : T’rus kalo yang hijau itu?
Kakek : Kalau yang hijau jurusan Jogja, memangnya kamu mau kemana, nak?
Pemuda : Saya tidak tahu kek, makanya saya bingung mau milih bus yang mana ?
Kakek : Nak… Kalau kamu tidak tahu kemana kamu mau pergi, kamu tidak usah bingung, pilih saja bus yang kamu suka?
Mungkin jika kita yang ditanya oleh pemuda itu, kita akan member jawaban yang sama dengan kakek tadi atau kita malah menertawakan pemuda itu sambil pergi meninggalkan dia. Karena merupakan hal yang ANEH kalau seseorang melakukan perjalanan tetapi dia tidak tahu dia mau kemana?
Mau kemana? Pertanyaan yang singkat tetapi ada arti yang sangat penting dalam pertanyaan ini. Kalau kita tahu tujuan kita, maka pertanyaan ini akan dapat dengan mudah dijawab.
Ada contoh yang lain yang sangat berbeda dengan pemuda ANEH tadi.
“Diterminal yang sama ada seorang Pemuda yang lain yang mau pergi ke Salatiga, sebuah kota kecil yang terletak antara kota Semarang dan Solo, Jateng. Karena dia tahu dia mau kemana, maka dia langsung naik bus yang jurusan Semarang. Setelah sampai di Semarang Pemuda itu melanjutkan perjalanannya ke arah Solo dan turun di kota Salatiga. Maka sampailah dia di Salatiga”.
Dengan pertanyaan yang sama, dua orang pemuda mempunyai jawaban yang berbeda. Yang satu tidak tahu mau kemana, tetapi yang lain tahu persis kemana dia akan pergi yaitu ke Salatiga.
Beberapa pemuda ketika ditanya “Mau kemana hidupmu nanti?"

Sebagian besar dari mereka tidak bisa menjawab dengan jelas kemana hidupnya nanti. Mereka biasanya menjawab mau sukses dalam kuangan, sukses dalam mencari pasangan hidup, sukses dalam kehidupan rohani mereka dan mereka bisa menikmati kebahagiaan sampai kematiannya.
Mau sukses, itu memang sebuah tujuan. Tapi sukses yang seperti apa yang kamu inginkan? Dalam bisnis apa yang kamu mau sukses? Pasangan hidup yang seperti apa yang kamu inginkan? Hidup kerohanian yang bagaimana yang kamu ingin hidupi? Dan hidup bahagia yang bagaimana yang ingin kamu nikmati?
Sobat… Mau kemana hidupmu nanti? Kalau hari ini kamu belum punya jawaban yang jelas kemana hidupmu nanti? Cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Dari jawabanmu, kamu akan semakin mengerti kemana tujuanmu yang sesungguhnya. Bahkan jika kamu mau menjabarkan lebih detail, kamu akan semakin tahu dengan jelas kemana hidupmu nanti.
Sobat… Tujuan sangat penting dalam sebuah perjalanan, apalagi perjalanan hidup. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas maka setidaknya kita tidak akan kebingungan seperti Pemuda ANEH tadi. Dan kalau kamu tidak mau menjadi seperti Pemuda yang ANEH, tentukan tujuanmu sekarang juga.
Tetap semangat dan jangan menyerah.
Menjadi diri sendiri






